
Sukabumi, Indoglobe news
Kisah penuh ketulusan datang dari Yayasan Asma Mulia Qur’ana (YAMQU). Seorang penjaga pondok sekaligus marbot masjid bernama Abah Emong, yang kini berusia 81 tahun, akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya yang tulus selama enam tahun.
Selama mengabdi di YAMQU yang berlokasi di Jalan Cidahu Tonggoh, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Abah Emong dikenal sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan penuh keikhlasan. Meski usia senjanya telah membuat tangan berkeriput, punggung membungkuk, serta langkahnya semakin pelan, semangatnya untuk melayani pondok tak pernah surut.
Setiap pagi, Abah Emong sudah memulai aktivitasnya dengan menyapu halaman, mengepel asrama, menyiram tanaman, memeriksa saluran air hingga menjaga gerbang pondok. Semua itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab tanpa pernah mengeluh.

Ketua YAMQU, Ustadz Asep Taufik Rohman, mengatakan bahwa keberangkatan Abah Emong merupakan bentuk apresiasi yayasan kepada orang-orang yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan.
“Abah Emong adalah orang kelima yang kami berangkatkan umrah. Sebelumnya ada tiga santri dan satu guru. Kini giliran penjaga pondok sekaligus marbot masjid yang kami berangkatkan sebagai tamu Allah,” ujar Ustadz Asep Taufik Rohman kepada Indoglobe News, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, pengabdian tidak selalu diukur dari jabatan ataupun materi. Ketulusan dan keikhlasan dalam melayani merupakan amal yang sangat bernilai di hadapan Allah SWT.
“Beliau hanyalah seorang penjaga pondok dan marbot masjid. Namun Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa memanggilnya menjadi tamu agung di rumah-Nya serta berziarah ke makam Rasulullah SAW. Semoga perjalanan ibadah beliau menjadi umrah yang mabrur,” tuturnya.

Kisah Abah Emong pun menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di balik kesederhanaannya, tersimpan keteladanan tentang arti pengabdian, kerja keras, dan keikhlasan yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan.
Doa pun mengalir dari keluarga besar YAMQU agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, serta menerima seluruh amal ibadah Abah Emong.
“Ya Allah, jagalah Abah Emong, sehatkan beliau, balas setiap tetes keringatnya dengan pahala terbaik di sisi-Mu. Jadikan setiap langkah dan setiap pengabdiannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat.”
Keberangkatan Abah Emong ke Tanah Suci menjadi bukti bahwa ketulusan tidak pernah sia-sia. Pengabdian yang dilakukan dengan hati yang ikhlas pada akhirnya berbuah kemuliaan, menginspirasi banyak orang untuk terus berbuat baik tanpa mengharap balasan selain ridha Allah SWT.
(Y.Herdiansyah).
