
BUOL – Indoglobe News
Com,Pemerintah Kabupaten Buol bersama SMA Negeri 1 Biau sukses menggelar Aksi Kesadaran Siswa Anti Perundungan di arena Car Free Day (CFD) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Mengusung tema “Membangun Kepedulian, Menguatkan Persaudaraan, Mewujudkan Remaja sebagai Ruang Aman Tanpa Bullying”, kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat serta para pengunjung CFD.
Kegiatan kampanye anti perundungan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Buol, Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Kasat Pol PP, Sekdis Dikpora, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biau, Badwas PDAM, Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Biau, serta jajaran pengawas dari Kemenag. Turut hadir pula para guru, staf, serta ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Biau.
Puncak Program Kurikuler Sekolah
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biau Dody dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampanye anti perundungan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kurikuler sekolah. Mengingat jumlah siswa yang mencapai lebih dari 800 orang, pihak sekolah memandang penting untuk memasukkan program anti-bullying ke dalam kurikulum guna mencegah dan menekan potensi tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
“Kami menyadari dengan jumlah siswa yang cukup besar, peluang terjadinya aksi bullying sangat dimungkinkan. Oleh karena itu, kami berupaya mencegah dan mengurangi tindakan tersebut dengan memasukkan program anti-bullying ke dalam kurikulum sekolah,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biau.

Sebelum aksi di arena CFD ini, pihak sekolah telah lebih dulu melaksanakan kegiatan kampanye di lingkungan internal sekolah untuk kelas 10, 11, dan 12, dengan melibatkan siswa kelas 10 sebagai narasumber utama.
Pesan Tegas Wakil Bupati Buol
Sementara itu, Wakil Bupati Buol dalam arahannya sekaligus membuka acara secara resmi menegaskan bahwa perundungan dapat terjadi melalui perkataan, tindakan fisik, pengucilan, maupun media digital. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat kejadian, tetapi juga dapat merusak kepercayaan diri, kesehatan mental, serta masa depan seorang anak.
“Melalui kegiatan AKSI ini, saya berharap seluruh siswa dapat memahami bahwa setiap orang berhak mendapatkan rasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik tanpa memandang perbedaan latar belakang, kondisi fisik, maupun kemampuan,” tegas Wakil Bupati Buol.
Beliau juga berpesan agar kegiatan ini tidak berhenti sekadar sebagai acara seremonial semata, melainkan menjadi awal dari perubahan nyata dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan.
Acara kemudian ditutup dengan seruan bersama yang digaungkan oleh seluruh peserta:
“Stop Bullying, Stop Kebakaran!”
(Sudirman Sija, ING)
Rilis
Humas Kominfo Buol
