
Dalam laporannya, Pj. Sekretaris Daerah, Moh. Yamin Rahim S.H., M.H menyampaikan bahwa rapat koordinasi digelar untuk menyatukan sikap, langkah, serta arah pelaksanaan program pemerintah daerah menuju konsistensi capaian pembangunan tahun 2026 dan seterusnya.
Pj. Sekda juga melaporkan beberapa pimpinan OPD berhalangan hadir karena menjalankan tugas luar daerah, sementara seluruh camat hadir lengkap. Sebanyak tujuh lurah hadir, dan satu lurah berhalangan karena sakit. Hampir seluruh kepala desa juga turut mengikuti agenda tersebut.
Rapat direncanakan membahas sejumlah agenda strategis seperti penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah oleh Bupati, paparan program prioritas nasional dan daerah, optimalisasi pendapatan daerah, strategi penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Dalam arahannya, Bupati Buol menegaskan urgensi perubahan pola kerja pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama penurunan angka stunting dan kemiskinan.
Bupati menyebutkan bahwa berdasarkan data dari BPS, Buol berada pada posisi stunting tertinggi di Sulawesi Tengah serta urutan kedua kemiskinan ekstrem, sehingga diperlukan perubahan cara kerja lintas sektor, kejujuran dalam pendataan, dan keseriusan semua pihak dari OPD hingga desa.
Pemerintah meminta komitmen penuh untuk bekerja lurus, disiplin, hadir dalam setiap agenda penting daerah, serta tidak mempertahankan data kemiskinan demi kepentingan bantuan. Dengan kerja bersama yang lebih terukur, efisien, dan saling mendukung, diharapkan Buol dapat keluar dari posisi terbawah dan menunjukkan hasil pembangunan yang nyata bagi masyarakat.
(Sudirman Sija IGN)
Rilis
Humas Diskominfo Buol
