
Sergai-indoglobenews
Pantai Cermin
Saat ini dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kab. Serdang Bedagai (Sergai) telah melayani dengan menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekitar 23.000 penerima manfaat dari kelompok 3B yakni Ibu hamil, Ibu Menyusui dan anak Balita non Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ungkapan tersebut disampaikan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sergai, Nur hasanah Ritonga, Rabu (15/4) kemarin dihadapan rombonga tim BKKBN Sumatera Utara (Sumut) dan Dinas P2KBP3A Sergai saat berkunjung ke dapur SPPG Pantai Cermin Kanan Kec. Pantai Cermin.
Ditambahkan Koordinator BGN Wilayah Sergai bahwa jumlah 23.000 orang penerima manfaat kelompok 3B meliputi dari 63 dapur SPPG yang telah beroperasional di Kab. Sergai dengan rincian 17.000 orang merupakan Balita, 3.800 orang Ibu menyusui (Busui) dan sekitar 2.700 orang Ibu hamil (Bumil).
Sebelumnya Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara (Sumut) Fatmawati yang melakukan kunjungan kerja ke SPPG Pantai Cermin Kanan dalam rangka silaturahmi sekaligus meninjau langsung pelaksanaan program serta sarana prasarana pendukung di lokasi.
Kedatangan Fatmawati bersama rombongan disambut Kepala SPPG Pantai Cermin Kanan Ahmad Taufik Rajali Nur, bersama Kepala Dinas P2KBP3A dr Helmi Nur Iskandar, Camat Pantai Cermin, relawan SPPG, serta para kader.
Dalam sambutannya, Fatmawati menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung tata laksana program serta memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung pelaksanaan program gizi.
“Selain silaturahmi, kami juga ingin mengecek langsung bagaimana tata laksana di lapangan serta sarana prasarana yang mendukung,” ujar Fatmawati.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut menambahkan, saat ini pihak Kementerian melalui BKKBN mendapat amanah untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.
Menurutnya, perhatian terhadap ibu hamil menjadi sangat penting karena kebutuhan gizi pada masa kehamilan harus terpenuhi dengan baik guna mencegah stunting sejak dini.

Diakui Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, jika ingin mencegah stunting, maka distribusi asupan gizi harus kita kawal sejak awal, bahkan sampai anak berusia dua tahun. Namun balita hingga usia lima tahun juga harus tetap mendapatkan gizi yang baik.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut juga menegaskan, program gizi 3B merupakan langkah strategis dalam menekan angka stunting, karena salah satu penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis.
“Jika ibu hamil dan menyusui mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari, maka secara perlahan kondisi gizi akan membaik dan potensi stunting bisa ditekan sejak awal,” ungkap Fatmawati.
Kemudian Kepala Perwakilan BKKBN Sumut juga menyebutkan, pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) serta hadirnya SPPG di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pencegahan stunting.
“Kita ingin memastikan data yang disalurkan oleh BGN sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga pelaksanaan program bisa tepat sasaran,” cetus Fatmawati.
Sementara itu, Kadis P2KBP3A dr Helmi Nur Iskandar, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 63 SPPG yang telah beroperasi di 17 kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Korwil BGN Sergai dan dapur SPPG di setiap kecamatan, laporan terkait penanganan stunting sudah berjalan. Bahkan sebagian penerima manfaat menunjukkan peningkatan berat dan tinggi badan,” ujar dr. Helmi.
Kepala Dinas P2KBP3A juga berharap, program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat 3B serta anak-anak yang mengalami stunting di Sergai, sesuai arahan Bupati.
“Koordinasi antara dapur SPPG dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai berjalan baik. Kita terus bersinergi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap dr. Helmi.(M Yamin Nasution)
