
Poto Tono Ketua DPD Partai NasDem Sragen didampingi pengurusnya, mengecam majalah tempo, yang merendahkan marwah ketua umum Partai NasDem Surya Paloh Rabu 15/4/2026.poto istimewa —————————————————–
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM –Dianggap merendahkan marwah Ketum NasDem Surya Paloh gelombang protes terhadap majalah tempo terus merembet ke daerah. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sragen bereaksi keras terkait cover dan narasi majalah tersebut yang dinilai telah melampaui batas etika jurnalistik.
Ketua DPD Partai NasDem Sragen, Tono, menegaskan bahwa apa yang ditampilkan oleh media nasional tersebut bukan lagi sekadar kritik konstruktif. Baginya, konten tersebut mengandung upaya sistematis untuk meruntuhkan wibawa partai dan pimpinan tertinggi mereka.
“Masalah Tempo ini sudah tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal kritik, tapi sudah merendahkan marwah partai dan mendiskreditkan ketua kami, Bapak Surya Paloh,” ujar Tono dengan nada geram saat memberikan keterangan pers,selasa kemarin (14/4/2026)
Tono menilai, narasi yang dibangun dalam laporan utama Majalah Tempo tersebut sangat tidak bermoral. Menurutnya, ada garis tegas yang ditabrak antara fungsi kontrol pers dengan upaya pembunuhan karakter terhadap tokoh nasional.
Pihaknya melihat ada tendensi negatif yang sengaja diembuskan untuk menyudutkan NasDem di mata publik. Hal inilah yang memicu kemarahan para kader di tingkat akar rumput, khususnya di Bumi Sukowati.
“Kami merasa ada upaya yang tidak sehat dalam membangun opini publik. Menghormati kebebasan pers itu wajib, tapi martabat pemimpin kami juga punya harga diri yang harus dijaga,” imbuh Tono.
Melihat situasi yang kian memanas di kalangan internal, DPD NasDem Sragen mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas. Mereka menuntut pertanggungjawaban moral dari redaksi Tempo atas dampak yang ditimbulkan. Dia Mendesak Tempo untuk segera melayangkan permohonan maaf secara resmi dan terbuka.
Permohonan maaf tersebut harus dialamatkan kepada Ketua Umum Surya Paloh, organisasi Partai NasDem, serta seluruh kader yang tersebar di pelosok Indonesia.
“Kami tegaskan, DPD NasDem Sragen berdiri tegak di belakang Ketua Umum. Kami mendesak Tempo segera meminta maaf. Jangan sampai kebebasan pers digunakan sebagai alat untuk mendiskreditkan pihak lain tanpa dasar yang etis,” pungkasnya.
Kini, para kader di Sragen pun menunggu langkah selanjutnya dari pusat sembari terus mengawal martabat partai di daerah, tegasnya.( Wah )
