
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Aroma tidak sedap yang menyengat menusuk hidung warga di wilayah RT 24, 25 dan 26 di Dusun Klinge Kelurahan Gringging Kecamatan Sambungmacan pada Rabu ( 15/04/2026 ). Kondisi ini bukanlah hal baru, melainkan penderitaan yang sudah dirasakan warga setempat selama belasan tahun akibat keberadaan sebuah penampungan limbah atau septic tank komunal yang diduga tidak terawat dengan baik.
Salah satu warga, Parno mengatakan bau paling menyengat terasa saat sore hari menjelang maghrib. ” aktivitas sehari-hari terganggu, mulai dari nafsu makan yang hilang hingga rasa mual yang sering menyerang anak-anak dan lansia.,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan ibu rumah tangga, Amini. Menurutnya, bau busuk makin parah saat hujan turun. “Air jadi ikut bau. Kami khawatir ada rembesan yang mencemari sumur warga,” kata Amini.
Ketua RT 26, Simun, membenarkan adanya laporan warga. Ia mengaku bahwa proyek Sanitasi tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2012. Dirinya tidak diberi tahu dan tidak pernah dilibatkan. Bau busuk yang menguap dari fasilitas sanitasi tersebut dilaporkan semakin parah terutama saat musim hujan atau cuaca terik.

Pihak pengelola fasilitas tersebut kini menjadi sorotan tajam karena dinilai lepas tangan dan tidak bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, upaya mediasi telah dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun. Namun pihak pengelola mengatakan bahwa itu sudah bukan tanggung jawabnya.
Warga kini menyuarakan tuntutan yang lebih keras. Mereka secara tegas meminta agar fasilitas septic tank tersebut ditutup secara permanen. Bagi warga, penutupan total adalah satu-satunya solusi mutlak untuk mengakhiri penderitaan panjang yang telah merampas hak mereka atas lingkungan yang bersih dan sehat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gringging, Gathot Yunianto saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp tidak menanggapi konfirmasi tersebut. ( BiMush )
