
BANDUNG, Indoglobenews – Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) XI DPRD Provinsi Jawa Barat menyebut pembahasan ranperda tentang pengelolaan dan pemanfaatan air harus menjadi instrumen yang seimbang antara peningkatan pendapatan daerah dan keberlanjutan layanan air bagi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan menyebutkan, kebijakan yang dihasilkan nantinya diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi optimal terhadap PAD tetapi juga tetap memperhatikan aspek keadilan, keberlanjutan, dan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.
“Pembahasan pansus ini harus lebih komprehensif dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Justru dengan dibuatnya ranperda ini untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat, ” ujar Iwan dan Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke kunjungan kerja ke Perumda Tirta Tarum Kabupaten Karawang, baru-baru ini.
Hal serupa diungkapkan anggota Pansus XI lainnya Jenal Aripin. Menurutnya, tidak hanya membahas aspek fiskal, kunjungan juga menekankan pentingnya kualitas air yang digunakan oleh masyarakat.
Dalam hal ini, Pansus XI menggali informasi terkait standar kualitas air, proses pengolahan, serta tantangan yang dihadapi Perumda dalam menjaga mutu air agar tetap layak dan aman untuk digunakan.
“Pengelolaan air yang baik tentu akan berdampak pada masyarakat sebagai penerima manfaatnya. Karena itu, kami ingin pembahasannya lebih kompleks,” kata Jenal.
Lebih jauh iang mengungkapkan, hal ini merupakan bagian dari upaya pendalaman materi dalam pembahasan kebijakan terkait pengelolaan dan pemanfaatan air, khususnya mengenai rencana kenaikan pajak penggunaan air permukaan.
Selain itu Pansus XI bertujuan memperoleh informasi yang komprehensif mengenai dampak kebijakan kenaikan pajak terhadap berbagai sektor. Baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Selain itu, diskusi juga menyoroti kondisi ketersediaan air di sejumlah wilayah yang saat ini menghadapi potensi krisis air, seperti di daerah Tegal Waru dan Teluk Jambe,” ujar Jenal. (ZL/IGN Jabar)
