
SRAGEN IDOGLOBENEWS.COM – Seorang petani bernama Suparti (51) warga Dusun Kiping RT 48, Kelurahan Banaran Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ditemukan tewas di sawah sekitar 25 meter dari rumahnya, Selasa ( 28/04/2026). Korban meninggal dunia usai terkena jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan.
Peristiwa nahas ini diketahui oleh Sukirno sekitar pukul 05.35 WIB. Ketika Ia hendak ke sawah akan mematikan genset yang digunakan untuk jebakan tikus beraliran listrik. “Korban mengendarai sepeda motor terpeleset di jalan dan jatuh ke sawah, korban langsung tersengat listrik dan sudah tidak bernyawa lagi,” kata Sukirno.
Ketua RT 48, Guntoro membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang meninggal dunia di sawah. Dirinya langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Petugas kepolisian dari Polsek Sambungmacan, team Rescue serta team medis segera datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ketua PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengonfirmasi bahwa ada laporan kejadian kegawatdaruratan medis tersebut. “Kami menerima informasi melalui Call Center PSC 119 sekitar pukul 06.41 WIB dari tim Puskesmas Sambungmacan II. Laporan menyebutkan ada warga kiping yang tersengat aliran listrik di area persawahan,” ujar dr. Udayanti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dan tidak mengalami luka luar yang mengarah pada tindak kekerasan. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” lanjut dr. Udayanti.
Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno S.H memalui IPDA Sugeng Hariyanto saat ditemui wartawan mengatakan pihak Kepolisian masih melakukan olah TKP serta memberikan himbauan kepada warga masyarakat untuk tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik di pematang sawah.
“Kami mengimbau warga tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik karena membahayakan nyawa. Sudah banyak kejadian serupa. Kami minta masyarakat hentikan penggunaan setrum untuk hama tikus,” pungkasnya. ( BiMush )
