
Sukabumi, Indoglobe news .
Destinasi wisata edukasi terbaru bertajuk “Ngadem di Sawah Eduwisata” resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan soft opening dan tasyakuran yang digelar di Kampung Cisaat RT 04 RW 02, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme dengan dihadiri Kepala Desa Cisaat Nanak Sukron, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta warga sekitar yang menyambut baik hadirnya destinasi wisata berbasis edukasi pertanian tersebut.
“Ngadem di Sawah Eduwisata” didirikan oleh pasangan H. Widodo dan Hj. Lulu Fatimah dengan konsep wisata alam terbuka yang dipadukan dengan pembelajaran pertanian bagi anak-anak dan masyarakat umum.
H. Widodo menjelaskan, tempat ini dibuat sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini kepada para pelajar, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP.

“Anak-anak nantinya bisa belajar langsung bagaimana cara menanam padi, merawat tanaman hingga memahami proses pertanian secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Untuk menunjang kegiatan edukasi tersebut, pihak pengelola juga telah menyiapkan tenaga pendamping yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian. Bahkan, ke depan pengelola berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian agar program edukasi berjalan lebih maksimal.
Selain menjadi tempat wisata edukasi, keberadaan “Ngadem di Sawah Eduwisata” juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Cisaat.
Pengelola memberikan ruang bagi warga dan pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka di area wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron, menyampaikan apresiasi atas hadirnya destinasi wisata baru tersebut. Menurutnya, konsep eduwisata yang diusung sangat positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat mendukung hadirnya wisata edukasi ini. Mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan Desa Cisaat sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Hj. Lulu Fatimah mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan wisata tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. Ia menyebut pengerjaan awal dimulai sejak Juni 2024 dan memakan waktu kurang lebih dua tahun hingga akhirnya dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
Untuk memberikan akses wisata yang terjangkau bagi semua kalangan, pengelola juga berencana memberlakukan tiket masuk dengan harga ramah di kantong, yakni sekitar Rp10 ribu per pengunjung.
Dengan hadirnya “Ngadem di Sawah Eduwisata”, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan destinasi rekreasi bernuansa alam yang nyaman dan murah, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi desa.
(Y. Herdiansyah).
