
Sergai-indoglobenews
Sei Rampah
Kecelakaan tunggal yang menewaskan dua orang penumpang Toyota Avanza BK 1269 ZI masuk ke sungai, Rabu (6/5/2026) menjadi tragedi yang memilukan dalam mengemudi kendaraan pribadi.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Umum Dolok Masihul menuju Sei Rampah tepatnya Dusun XI, Desa Sei Parit, Kecamatan Sei Rampah, Sergai merenggut nyawa DA (30) warga Dusun V, Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah dan sopir MW (28) warga Desa Pekan Dolok Masihul, Sergai meninggal dalam mobil akibat tenggelam.
Dibalik tragedi maut itu, ada sosok pemberani bernama Salbiah (47) sosok wanita yang sigap terjun ke sungai untuk menolong kedua korban yang terjebak di dalam mobil yang sudah terendam air.
Salbiah ternyata petugas kebersihan Pemerintah Kabupaten Sergai yang sering di sebut pasukan merah. Ibu yang tinggal di Dusun VII, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai langsung berlari terjun ke sungai untuk menolong korban yang terjebak dalam mobil dengan kondisi terendam air.
Kepada ANTARA Selasa (12/5/2026) Ibu satu anak ini bercerita nekatnya ia melakukan pertolongan. Disaat kejadian semua yang datang yang melihat dan tidak berani menolong, ada yang mengatakan tidak pandai berenang dan ada yang takut turun ke sungai.
Salbiah saat itu bersama tim pasukan merahnya hendak mengantarkan sampah di TPA Pergulaan. Mobil mereka terhenti karena banyaknya warga di jalan. Seketika ia melihat mobil Avanza dalam posisi terbalik ke sungai. Di sana masih terjebak dua penumpang.
” Aku langsung respek aja, saat itu tidak ada satu orang pun yang membantu, aku langsung masuk aja ke dalam sungai dan mencoba mengeluarkan penumpangnya, tapi karena aku perempuan mana kuat tenaga ku” ucap Salbiah.
Dikatakan Salbiah, Saat ia minta bantuan yang lain dan mengatakan sungainya tidak dalam, akhirnya banyak yang membantu dan mobil berhasil diposisi normal, tapi kedua penumpang sudah meninggal karena terlalu lama terendam air.
” Aku pun baru sadar dalam mengevaluasi korban dan membalikkan mobil itu, ternyata cuma aku sendiri perempuan, aku pun merasa bersalah juga tidak berhasil mengeluarkan korban dalam keadaan hidup” ucap Salbiah.
Dari peristiwa itu, Salbiah mengajak warga untuk mendahulukan pertolongan dari pada melihat apa lagi cuma memvideokan kejadian.(M Yamin Nasution, Tim)
