
NGAWI INDOGLOBENEWS.COM – Nasib apes di alami oleh Sukimin warga Dusun Plosorejo Desa Jagir Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi, warga miskin hidup sebatang kara, tanpa ada perhatian dari Pemerintah, saat di jumpai awak media kamis ( 26/2/2026). Sukimin menyampaikan bahwa dirinya seorang diri Di gubuk reyot yang ia tempati.
Rumah Sukimin sangat sederhana, berada di tanah orang lain bahkan bisa dibilang tidak layak huni. Lantai tanah yang berdebu, dinding bambu yang sudah lapuk, dan atap yang bocor membuat rumah itu seperti tidak berpenghuni. Namun Sukimin tetap tinggal di sana, sendirian, tanpa ada yang menolong.
Listrik di rumah Sukimin bahkan bukan miliknya sendiri, melainkan pinjam dari tetangga. Ia hanya bisa menggunakan lampu kecil untuk penerangan, dan itu pun hanya jika tetangganya tidak lupa untuk memberinya.
“Saya sudah lama tidak melihat anak saya, tidak tahu apa yang sedang dia lakukan, bahkan sudah 3 tahun gak pernah memberikan kabar apalagi kirim uang” ujarnya.
Sukimin sendiri tidak memiliki penghasilan tetap dan hanya mengandalkan hasil dari mencari rumput pakan ternak tetangga serta uluran bantuan dari tetangga sekitar untuk bertahan hidup. Ia sudah tidak bisa bekerja keras lagi karena usia yang sudah tua.
“Saya hanya ingin anak saya kembali, saya tidak ingin hidup sendirian lagi,” pungkasnya.
Kita tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup sendirian di rumah reyot seperti itu, tanpa ada yang menolong, tanpa ada yang peduli. Sukimin hanya salah satu dari banyak orang tua yang ditinggal anak-anaknya, yang hanya bisa berharap dan berdoa agar anak-anaknya kembali.
Semoga kisah Sukimin bisa menyentuh hati kita semua, dan membuat kita lebih peduli dengan orang tua kita. ( BiMush IGN )

