
Bandung Barat Indoglobe News-
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberangkatkan 94 jemaah haji 2026 pada Rabu pagi [13/5/2026] dari halaman Masjid Agung As-Siddiq. Pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, Ketua MUI KBB, serta tokoh masyarakat dan ulama setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje mengapresiasi semua pihak yang membantu kelancaran proses keberangkatan. Ia mendoakan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, dan kembali ke Bandung Barat dalam keadaan sehat walafiat tanpa berkurang satu pun.
“Saya berdoa semoga ibadahnya diterima Allah SWT sehingga pulang dengan status haji mabrur. Jaga nama baik daerah dan jalankan ibadah sebaik-baiknya,” ujar Jeje.
Tahun ini, KBB memberangkatkan 89 jemaah haji reguler, 2 petugas haji daerah dari Dinas Kesehatan, dan 1 pemimpin rombongan. Jemaah tertua berusia 86 tahun atas nama Bapak Tiri dari Cipeundeuy, sedangkan termuda 25 tahun atas nama Milasa Datain dari Cihampelas.

Kepala Kantor Kemenhaj KBB Enjah Sugiarto menjelaskan, sebenarnya 168 orang terdaftar dan sudah melunasi biaya. Namun hanya 107 orang siap berangkat. Sebanyak 6 orang menunda karena alasan kesehatan atau menunggu mahram, sebagian lain mutasi keberangkatan ke daerah lain.
Kuota KBB tahun ini turun signifikan dibanding tahun sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 2.000 jemaah. Enjah menyebut perubahan terjadi karena dasar penentuan kuota nasional diubah. Jika sebelumnya berbasis proporsi jumlah penduduk muslim, mulai 2026 kuota ditentukan berdasarkan panjang daftar tunggu.
“Dengan sistem baru, siapa pun yang mendaftar September 2015 di seluruh Indonesia akan diberangkatkan pada tahun yang sama. Tujuannya mewujudkan keadilan nasional,” kata Enjah.
Akibatnya, antrean di KBB yang hanya 21 tahun mendapat kuota lebih kecil dibanding daerah dengan antrean lebih panjang. Meski begitu, Enjah memproyeksikan kuota KBB akan naik bertahap: sekitar 350 jemaah pada 2027 dan 900 jemaah pada 2028.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dari para ulama dan tokoh masyarakat agar seluruh jemaah diberi kelancaran beribadah di Tanah Suci.
