
Poto : Sri Wahyuni alias Sule, Si pendonor darah di PMI Sragen, dan sang pejalan kaki dari bumi Sukowati sampai istana negara ketemu presiden Joko Widodo,saat bernadzar_*————————————————-
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Kabar duka menyelimuti warga Sragen. Sri Wahyuni, sosok perempuan yang dikenal dengan nama akrab “Yuni Sule”—sosok yang tak sekadar pejalan kaki tangguh, melainkan juga pahlawan kemanusiaan—telah berpulang ke Rahmatullah, Rabu (11/3/2026) malam.
Kepergian almarhumah meninggalkan jejak inspirasi yang membekas, terutama bagi dunia kemanusiaan di Bumi Sukowati. Nama “Sule” bukanlah julukan sembarangan. Ia melekat setelah aksi nekat nan inspiratifnya melakukan perjalanan kaki dari Sragen menuju Istana Negara, Jakarta, demi menemui Presiden Joko Widodo saat itu.
Aksi tersebut mencerminkan kegigihan yang menjadi karakter utamanya: pantang menyerah. Namun, di balik aksi eksentriknya yang kerap menarik perhatian publik, Yuni adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk sesama melalui tetesan darah.
Ketua PMI Sragen, Utami Dewi Masithoh, menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya almarhumah. Ia mengenang Yuni sebagai sosok pendonor darah sukarela yang luar biasa.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian almarhumah sebagai pendonor darah sukarela sebanyak 144 kali. Semoga ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Imas, sapaan akrabnya.
Dedikasi Yuni bukan isapan jempol belaka. Bahkan, ia pernah menerima penghargaan khusus saat berhasil menembus angka 100 kali donor darah, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Bagi Yuni, setiap tetes darah adalah napas bagi mereka yang membutuhkan.
Kini, langkah kaki Yuni Sule telah terhenti, namun semangat kemanusiaannya akan terus hidup. Ia bukan hanya seorang warga dari RT 01 Karangasem, melainkan simbol bahwa kepedulian tidak mengenal batas, meski harus ditempuh dengan cara yang tak biasa.
“Keluarga besar PMI Kabupaten Sragen turut merasakan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambahnya.
Selamat jalan, Yuni Sule. Terima kasih atas setiap langkah dan darah yang telah engkau berikan untuk kemanusiaan. Jejakmu adalah inspirasi yang akan terus menyala.( Wah )

