
Poto : Asmanto dan warga Desa Banaran datangi Kantor Pemerintah Desa, mendesak segera memperbaiki jalan yang rusak sebelum lebaran Senin 16/3/2026 ———————————————————-
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Harapan warga Desa Banaran Kecamatan Sambungmacan untuk menikmati jalan mulus saat mudik Lebaran nanti tampaknya harus disimpan rapat-rapat. Meski Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari anggota dewan sudah di tangan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Banaran baru melakukan pengerjaan fisik baru bisa menyentuh aspal setelah Idul Fitri.
Warga Banaran yang sempat mendatangi kantor desa Senin (16/3/2026) hanya bisa pasrah kembali menelan debu atau melewati jalan berlubang saat hari raya nanti. Alasan birokrasi dan banyaknya titik proyek menjadi ganjalan utama yang dikeluhkan warga.
Suara lantang disampaikan Asmanto, warga Desa Banaran. Dia mewakili keresahan warga di sembilan RT (RT 31 hingga RT 40) yang setiap hari harus berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Tak tanggung-tanggung, jalur di Barat Pasar dan Timur Pasar itu disebutnya sudah “terlupakan” selama belasan tahun.
“Sudah ada 10 sampai 15 tahun jalan itu rusak. Terakhir aspal ya sudah lama sekali. Bahkan yang di Karang Asem itu bekas cor-coran zaman program PNPM dulu. Sampai sekarang belum tersentuh lagi,” keluh Asmanto dengan nada kecewa.
Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi. Selain menjadi akses utama menuju pasar, jalan itu menghubungkan wilayah padat penduduk mulai dari Karang asem, Sambirejo, Sambinggul, hingga Bolo.
“Ada ratusan KK yang lewat situ. Kami inginnya sebelum Lebaran sudah bagus, biar saudara yang pulang mudik nyaman,” tambahnya.
Sebenarnya sudah siap anggau pengaspalan yang merupakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) atau dana aspirasi melalui legislator PKS. Rencananya, ada beberapa titik krusial yang akan digarap, di antaranya ruas sepanjang 250 meter dan 130 meter di sekitar pasar, serta sekitar 300 meter di wilayah Karang Asem.
Meski anggaran sudah terplot, kenyataan di lapangan berkata lain. Ada sumbatan komunikasi antara keinginan warga yang minta “gercep” dengan kinerja di balai desa. Muncul dugaan adanya masalah kinerja administrasi yang membuat mesin pengaspal belum juga menderu di Banaran.
Menanggapi hal tersebut, Sekdes Banaran, Jiyanto, memberikan penjelasan defensif. Ia membenarkan adanya 14 titik proyek BKK yang masuk ke desanya dengan total anggaran mencapai Rp 850 juta. Namun, ia meminta warga memahami bahwa proses tersebut tidak bisa instan.
“Kami pastikan semua akan direalisasikan, tapi nanti setelah Lebaran. Karena titiknya banyak, ada 14 lokasi. Semua harus melalui tahapan dan prosedur yang ada,” ujar Jiyanto.
Jiyanto berdalih bahwa pihaknya baru bisa menyusun pengajuan atau proposal pada 30 Maret mendatang, sesuai instruksi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Kita tidak pernah meniadakan (menolak) realisasi. Ini untuk kemakmuran masyarakat. Tapi memang prosedurnya begitu, pengerjaan serentak setelah Lebaran,” dalihnya.
Terkait mekanisme pengerjaan, pihak desa pun belum bisa memastikan apakah akan melalui skema lelang atau penunjukan langsung. “Tergantung pengajuannya nanti,” ujarnya. ( Bisyri IGN )

