
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM—Kasus yang sempat viral dan menyita perhatian publik, yang melibatkan Dewi Lestari, calon TKI asal Plosokerep, Kuniran, Sine, kini telah resmi diselesaikan secara damai melalui jalur kekeluargaan.
Rabu 18 maret 2026 momentum bulan Ramadan yang penuh berkah menjadi saksi tercapainya penyelesaian tersebut.
Proses mediasi berlangsung dengan suasana hangat, penuh itikad baik, serta semangat musyawarah antara kedua belah pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Dewi Lestari dan pihak PT PU Kedungupit Sragen sepakat untuk mengakhiri permasalahan yang sempat mencuat ke publik.
Kesepakatan damai dicapai dengan saling meminta maaf dan saling memaafkan, sebagai bentuk kedewasaan dalam menyikapi konflik.
Pihak PT PU Kedungupit Sragen juga menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi, serta menyayangkan bahwa persoalan ini sempat berkembang luas di media. Menurut pihak perusahaan, komunikasi dan musyawarah sejatinya selalu terbuka untuk menyelesaikan setiap persoalan.

Terkait isu dana sebesar Rp90 juta yang sempat beredar, Dewi Lestari menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan nominal tersebut kepada pihak media. Ia juga siap memberikan klarifikasi apabila diperlukan guna meluruskan informasi yang berkembang.
Dijelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pencairan dari pihak perbankan yang digunakan untuk proses take over serta keperluan lainnya. Adapun kesalahpahaman yang sempat terjadi, termasuk dalam mediasi sebelumnya di dinas ketenagakerjaan, kini telah diselesaikan secara tuntas.
Kedua belah pihak menyadari bahwa permasalahan yang terjadi lebih disebabkan oleh miskomunikasi, dan sepakat untuk mengakhiri polemik dengan membuat kesepakatan bersama.
PT PU Kedungupit Sragen juga berharap ke depannya setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan musyawarah, demi menjaga hubungan yang harmonis. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka dalam membantu dan berdiskusi dengan para calon TKI.
Dengan berakhirnya permasalahan ini secara damai, diharapkan kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Semangat kekeluargaan, komunikasi, dan saling pengertian menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap konflik.
Akhir kata, permasalahan telah selesai dengan baik. Ke depan, musyawarah dan komunikasi menjadi jalan utama dalam menjaga kepercayaan serta hubungan yang harmonis.
Jurnalis:Hendri Siswanto

