
BANDUNG, Indoglogbenews – DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi IV melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Walhi Jabar dan OPD terkait membahas isu energi dan implementasi co-firing biomassa di Jawa Barat belum lama ini, di Bandung.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi langkah Walhi Jabar, LBH Bandung, Trend Asia, dan Sajogyo Institute yang sudah memberikan masukan konstruktif terkait energi dan implementasi co-firing biomassa di Jabar dan dampaknya terhadap lingkungan hidup. “Ini perlu perhatian dari pemerintah dan kita semua,” ujarnya.
Tedy menjelaskan, pihak Walhi Jabar, LBH Bandung, Trend Asia dan Sajogyo Institute menilai upaya transisi energi yang dilakukan pemerintah melalui skema co-firing program biomassa merupakan salah satu jalan mengurangi ketergantungan energi fosil, khususnya sektor ketenagalistrikan dinilai bukanlah solusi tepat.

Alasannya, karena penggunaan skema co-firing biomassa justru menambah polemik baru khususnya masyarakat yang terdampak ataupun lingkungan sekitar. Menurut laporan teman-teman penggiat lingkungan sudah banyak masyarakat yang melapor akan masalah tersebut.
“Memang harus ada evaluasi seperti yang disampaikan teman-teman penggiat lingkungan ini. Dan kami Komisi IV DPRD Jabar sependapat. Sebagai tindak lanjut Komisi IV akan melakukan RDP kembali,” kata Tedy.
Ia menegaskan, pihaknya akan mengundang kembali penggiat lingkungan untuk memberikan masukan terhadap raperda yang sedang DPRD buat hingga mendorong pemerintah mengkaji kembali tata kelola lingkungan, kehutanan, dan energi dalam pelaksanaan co-firing biomassa.
“Ada hal-hal yang perlu didorong untuk diubah DPRD Jabar, yakni bisa mengupayakan melalui perda jika hal itu kewenangan pemprov,” ujar Tedy. (ZL/IGN Jabar)
